Pasar Karetan Unik Ini Berada Di Tengah Kebun Karet Di Kendal,Jawa Tengah

Menghabiskan waktu akhir pekan di Kota Semarang, Jawa Tengah tidak lengkap jika tidak singgah di tempat satu ini. Ya, di ujung barat Kota Semarang, ada satu pasar unik yang dikembangkan masyarakat menjadi satu destinasi wisata atraktif.

Pasar unik itu dinamakan Pasar Karetan, yang terletak di Dusun Segrumung, Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Jarak pasar ini sekitar 15 km dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

Pasar Karetan, pasar unik ini berada di tengah kebun karet di Kendal, Jawa Tengah, Minggu (28/1/2018). Pasar ini tiap minggu dipenuhi ribuan wisatawan dari berbagai daerah.
Pasar Karetan, pasar unik ini berada di tengah kebun karet di Kendal, Jawa Tengah, Minggu (28/1/2018). Pasar ini tiap minggu dipenuhi ribuan wisatawan dari berbagai daerah.(KOMPAS.com/NAZAR NURDIN)
Seperti halnya pasar unik di tempat lainnya, Pasar Karetan terletak di tepi hutan karet milik PT PTPN.
Akses ke lokasi juga tidak terlampau sulit karena sudah tersedia di dalam peta google maps. Pasar ini menyediakan satu wisata unik dimana tujuannya memberi kesan bagi wisatawan.

Untuk sampai ke lokasi, tentunya Anda harus melewati jalanan kampung, di mana di sampingnya ada hamparan sawah dan rumah penduduk. Jalanan desa yang sudah dicor akan menyambut perjalanan menuju lokasi.

Pasar Karetan, pasar unik ini berada di tengah kebun karet di Kendal, Jawa Tengah, Minggu (28/1/2018). Pasar ini tiap minggu dipenuhi ribuan wisatawan dari berbagai daerah.
Pasar Karetan, pasar unik ini berada di tengah kebun karet di Kendal, Jawa Tengah, Minggu (28/1/2018). Pasar ini tiap minggu dipenuhi ribuan wisatawan dari berbagai daerah.(KOMPAS.com/NAZAR NURDIN)
Tenang, bagi Anda yang mengendarai kendaraan keluarga, satu lapangan sepak bola di Desa Meteseh diubah menjadi tempat parkir kendaraan.
Setelah parkir, anda juga tidak perlu berjalan kaki dari tempat parkir ke lokasi yang jaraknya mencapai 800 meter.

Ada odong-odong yang disediakan untuk mengantarkan wisatawan sampai lokasi, dan sebaliknya. Odong-odong yang ditumpangi wisatawan itu pun tidak dipungut biaya, alias gratis.

Pasar Karetan, pasar unik ini berada di tengah kebun karet di Kendal, Jawa Tengah, Minggu (28/1/2018). Pasar ini tiap minggu dipenuhi ribuan wisatawan dari berbagai daerah.
Pasar Karetan, pasar unik ini berada di tengah kebun karet di Kendal, Jawa Tengah, Minggu (28/1/2018). Pasar ini tiap minggu dipenuhi ribuan wisatawan dari berbagai daerah.(KOMPAS.com/NAZAR NURDIN)
Sesampainya di Pasar Karetan, wisatawan disuguhkan dengan sausana rindangnya pepohonan karet. Pohon karet milik negara itu diberi selubung kain warna-warni agar terlihat lebih cantik.
Masuk di lokasi pasar, akan disambut dengan lokasi-lokasi spot selfie. Di bagian depan, ada juga tempat penukaran uang yang nantinya dapat dibelanjakan di dalam pasar.

Pasar Karetan, pasar unik ini berada di tengah kebun karet di Kendal, Jawa Tengah, Minggu (28/1/2018). Pasar ini tiap minggu dipenuhi ribuan wisatawan dari berbagai daerah.
Pasar Karetan, pasar unik ini berada di tengah kebun karet di Kendal, Jawa Tengah, Minggu (28/1/2018). Pasar ini tiap minggu dipenuhi ribuan wisatawan dari berbagai daerah.(KOMPAS.com/NAZAR NURDIN)
Di dalam pasar, warga setempat mengenakan pakaian adat menjajakan dagangannya. Warga ini menjual aneka makanan, minuman, dan jajanan ala pedesaan. Jajanan unik tempo dulu juga disajikan lengkap, dengan harga yang terjangkau.
Di samping makanan, ada juga wahana bermain bagi anak-anak. mereka pun dapat bermain egrang, ayunan, hingga permainan lainnya. Tempat selfie juga disediakan di beberapa titik di lokasi pasar di tepi sawah itu.

Pasar Karetan, pasar unik ini berada di tengah kebun karet di Kendal, Jawa Tengah, Minggu (28/1/2018). Pasar ini tiap minggu dipenuhi ribuan wisatawan dari berbagai daerah.
Pasar Karetan, pasar unik ini berada di tengah kebun karet di Kendal, Jawa Tengah, Minggu (28/1/2018). Pasar ini tiap minggu dipenuhi ribuan wisatawan dari berbagai daerah.(KOMPAS.com/NAZAR NURDIN)
Bagi Anda yang mengunjungi kawasan ini, baiknya datang lebih esok. Selain dapat menikmati suasana pagi di hutan karet, Anda juga dapat memilih makanan secara lebih leluasa.
“Kalau siang banyak yang sudah habis. Kalau bisa datangnya lebih pagi,” ujar Munif (30) wisatawan asal Kabupaten Temanggung ini.

Komentar