PT.Pertamina Menunda Pelayaran Ke Pulau Karimun Selama 2 Minggu Karna Cuaca Dilaut Sangat Ekstrim

 Setelah terhenti akibat cuaca buruk selama dua pekan terkahir, PT Pertamina akhirnya dapat mengirim pasokan BBM ke Kepulauan Karimunjawa, Sabtu (3/2/2018) dini hari tadi.



Pengiriman dilakukan setelah otoritas syahbadar Pelabuhan Tanjung Emas Semarang mengizinkan kapal pengangkut BBM untuk berlayar.

Kapal SPDB Salim 1449.2 itu berangkat pada Sabtu dini hari pukul 02.00 WIb. Kapal itu mengangkut BBM sebanyak 115 kiloliter (KL). Kapal berangkat dari Pelajuhan Tanjung Emas menuju Dermaga di Kepaulauan Karimunjawa.

"Kapal berangkat pukul 02.00 WIB tadi. Wali tempuhnya sekitar 18 jam perjalanan," kata Unit Manager Communication and CSR PT Pertamina MOR IV Andar Titi Lestari.

Menurut Andar, kapal diberangkatkan karena diberi izin Syahbandar Tanjung Mas untuk berlayar. Pengiriman pasokan BBM sendiri telah disiapkan sejak tanggal 10 Januari 2018 lalu.

Penerbitan izin berlayar sendiri dipandang karena cuaca sedang membaik. Setelah mempersiapkan diri, kapal akhirnya berangkat pukul 02.00 WIB.

Jumlah BBM 115 KL itu terdiri dari Pertalite sebanyak 65 KL, Bio Solar 45 KL, dan Dexlite 5 KL. Lamanya waktu perjalanan juga mempertimbangkan faktor keamanan produk. Pertamina ingin agar produk yang dibawa terjamin sampai tujuan.

"Waktu 18 Jam ini karena aspek kehati-hatian. Keselamatan produk jadi prioritas kami," ujarnya.

Setelah sampai di Karimunjawa, pasokan BBM akan disimpan di SPBU setempat. SPBU yang berada di tengah kota itu hanya menampung 90 KL menggunakan tangki timbun.

Dengan pasokan itu, SPBU tersebut mampu mengover kebutuhan warga antara 7 sampai 10 hari. Sementara sisanya akan disimpan melalui floating storage di kapal pengangkut BBM. (K93-14)

Komentar